SilkAir akan menjalani upgrde produk kabin yang signifikan dan bergabung dengan SIA

Silkair akan menjalani upgrde produk kabin yang signifikan dan bergabung dengan SIA

SilkAir, anak perusahaan regional Singapore Airlines (SIA), akan melakukan program investasi yang signifikan untuk melakukan upgrade produk-produk kabinnya sebagai bagian dari inisiatif dalam beberapa tahun ke depan, dimana nantinya SilkAir akan bergabung dengan SIA.

Program ini akan meliputi investasi senilai lebih dari $100 juta untuk melakukan upgrade seluruh kabin anak perusahaan dengan kursi terbaru yang dapat direbahkan langsung menjadi tempat tidur pada Business Class, serta instalasi sistem hiburan di dalam pesawat (in-flight entertainment) di bagian belakang kursi, baik pada Business Class maupun Economy Class. Hal ini akan memastikan adanya konsistensi produk dan layanan di seluruh jaringan layanan penuh Grup SIA.

Upgrade produk-produk kabin pesawat tersebut diharapkan akan dimulai pada tahun 2020 dikarenakan adanya waktu yang dibutuhkan oleh pemasok kursi, termasuk untuk melengkapi proses sertifikasinya. Proses penggabungan akan dilakukan setelah jumlah pesawat yang dilengkapi dengan produk kabin terbaru sudah memadai. Rincian spesifik akan diumumkan secara bertahap seiring dengan perkembangan program dan jadwal yang sudah difinalisasi.

Selaras dengan upaya-upaya berkenjutan untuk mengoptimalkan jaringan Grup SIA, akan terdapat perubahan rute dan pesawat di antara kedua maskapai penerbangan yang berbeda dalam portofolio tersebut.

“Singapore Airlines sudah memasuki satu tahun di dalam Program Transformasi kami yang akan berlangsung selama tiga tahun. Pengumuman hari ini merupakan ekspansi yang signifikan untuk menyediakan kesempatan untuk semakin berkembang , serta mempersiapkan Grup Singapore Airlines untuk masa depan yang lebih kuat,” ungkap Mr Goh Choon Phon, CEO SIA. 

“Lebih penting lagi, program ini akan menjadi hal yang positif bagi pelanggan kami. Hal ini merupakan sebuah contoh dari investasi utama yang kami ciptakan untuk memastikan bahwa produk dan layanan kami akan terus menjadi pemimpin di industri di penerbangan pada rute-rute jarak pendek, menengah, dan jauh.”

SilkAir merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines, yang mengoperasikan 11 armada pesawat Airbus A-320, 22 armada pesawat Boeing 737-800, dan 8 armada pesawat 737 MAX, serta melayani 49 destinasi di 16 negara.

Diluncurkan pada tahun 1989 dengan nama perusahaan penerbangan Tradewinds, yang pada awalnya berfokus pada destinasi-destinasi liburan di Asia Tenggara. Tradewinds kemudian berganti nama menjadi SilkAir pada tahun 1992 dan berkembang secara pesat di Asia dalam beberapa tahun setelahnya seiring dengan evolusi maskapai tersebut dari maskapai penerbangan yang berfokus pada resor liburan menjadi maskapai penerbangan layanan penuh regional.