WISATA BALON UDARA, SENSASI DUA HARI DI CAPPADOCIA

WISATA BALON UDARA, SENSASI DUA HARI DI CAPPADOCIA

Cappadocia seringkali disebut “the land of beautiful horses”, atau tanah dari kuda- kuda yang cantik. Berdirinya kota ini bisa dibilang melalui masa yang amat panjang. Wilayah perbukitan dengan kontur tanah berupa bebatuan karang serta gua-guanya, terbentuk dari proses alam sejak ribuan tahun lalu. Muntahan lava dari gunung berapi Melendiz dan gunung Erciyes turut andil menciptakan Cappadocia sehingga tampak unik dan cantik dipandang mata.

Sebenarnya perjalanan dari Istanbul ke Cappadocia (Turki bagian tengah) bisa ditempuh melalui Kota Konya dengan pesawat atau bus, namun itu akan makan waktu lebih lama. Sedangkan saya memillih lewat Kota Kayseri dengan menggunakan pesawat Turki Airlines dari Atartuk Internasional Airport Istanbul. Dari Kayseri perjalanan berlanjut ke Cappadocia, yang ditempuh selama satu jam.

Ada beberapa atraksi wisata yang cukup terkenal di Cappadocia, di antaranya terbang dengan balon udara, mengunjungi underground city dan menengok museum Gerome. Saya pun mendapatkan pengalaman menarik dari ketiganya yang semuanya itu dijalani selama dua hari.

WISATA BALON UDARA, SENSASI DUA HARI DI CAPPADOCIA

Cappadocia memiliki tiga lokasi “kota bawah tanah” yaitu Kaymakli, Derinkonyu dan Nevsehier. Kaymakli terletak di lembah Ihlara berjarak 20 km dari Nevsehir. Lokasi ini menjadi objek pilihan kami yang pertama dikunjungi. Kota bawah tanah merupakan gua yang digali (dikeruk), semacam bangunan bertingkat 8 yang berada di perut bumi. Lantai pertama merupakan tempat pemeliharaan hewan, karena hewan sulit masuk. Sedangkan lantai dua sebagai gereja atau tempat ibadah. Sementara lantai 3 dan 4 sebagai tempat tinggal, selain tempat penyimpanan makanan, anggur dan dapur. Dari satu ruang ke ruang lain terhubung oleh sebuah lorong. Tempatnya cukup rendah sekitar 100-120 cm sehingga pengunjung harus jongkok masuk ke dalamnya. Konon kota bawah tanah ini sebagai tempat umat Kristiani bertahan hidup dari pengejaran waktu Turki berkuasa, mereka lari ke Turki tengah dan tinggal di dalam goa untuk bertahan hidup. Uniknya suhu di dalam gua tersebut bisa tetap stabil yaitu dikisaran 18⁰C walaupun di luar panas terik atau selama berlangsungnya musim dingin.

WISATA BALON UDARA, SENSASI DUA HARI DI CAPPADOCIA

Dari Kaymakli perjalanan dilanjutkan ke Avanos Village, tempat pembuatan keramik. Usaha turun temurun dari satu keluarga ini menghasilkan keramik-keramik buatan tangan yang sangat indah meskipun harganya terbilang cukup mahal. “Tree Beauty” atau tiga putri cantik yang di dalamnya berisi 3 bebatuan yang sangat indah dan terbentang di antara batu karang terjal ini menjadi objek berikutnya yang kami kunjungi. Setelah menghabiskan waktu seharian, sore harinya kami beristirahat di Burcu Kaya-Hotel

Keesokan harinya, jam 5 pagi semua peserta sudah berkumpul di lobby hotel. Secangkir kopi dan sepotong roti yang disediakan menjadi teman sarapan sambil menunggu jemputan datang. Dari hotel, rombongan diantar dengan mobil van ke tempat lokasi balon udara, kami memilih “Cappadocia kaya” air balon. Oh ya, Anda bisa memilih paket standar untuk 20-24 orang, lama terbang 60 menit. Tersedia pilihan lain yang lebih khusus, paket ekslusif/paket deluxe dengan kapasitas orang yang lebih sedikit sekitar 10-16 orang dan lamanya terbang sekitar 90 menit. Kami memilih paket stardar, bersebelahan dengan turis dari Perancis yang berjumlah 8 orang. Cuaca Cappadocia hari itu cukup cerah, kami dapat mengudara dan menikmati keindahan alam Cappadocia dari atas balon selama 1 jam. Perjalanan dipandu oleh pilot Vural, pria tampan yang ramah. Saya benar-benar bisa menikmati keindahan panorama bukit batu berwarna putih keabuan yang menyembul kepermukaan dari udara. Selain itu juga kita bisa melihat keseluruhan Goreme, beberapa lembah dan mozaik bebatuan yang diterpa sinar matahari pagi sehingga memantulkan warna kuning keemasan. Tiap mozaik dan lembah ada nama-namanya sendiri. Salah satunya bernama Fairy Chimney atau tiga puteri cantik, karena ada tiga tugu yang bertopi dan satu lagi adalah Love Valley. Menurut informasi, penduduk setempatlah yang menamai bebatuan tersebut supaya bisa dibedakan.

WISATA BALON UDARA, SENSASI DUA HARI DI CAPPADOCIA

Setiap harinya ada ratusan balon yang terbang, tentu hal ini menjadi pemandangan menarik. Saya menyaksikan banyak balon warna warni berterbangan di kejauhan seperti Anatolia balon, Cappadocia balon, Total balon, Sky Way balon, Gemini balon dan lainnya.

Menikmati keindahan alam dengan balon udara dikala fajar menyingsing sunggguh memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Bersama hembusan angin segar di pagi yang cerah, wisatawan diajak menjelajahi penjuru Cappadocia melalui angkasa sambil menyaksikan wilayah Gerome dari udara. Saat itu, saya benar benar merasakan sensasi keindahan tersendiri.

WISATA BALON UDARA, SENSASI DUA HARI DI CAPPADOCIA

Setelah puas selama satu jam di udara, persiapan pendaratan pun dilakukan. Pilot Vural berkoordinasi dengan petugas lapangan yang akan menyiapkan perangkat pendaratan dan mencari tempat yang pas, aman serta nyaman bagi penumpangnya. Dicari tanah yang lokasinya datar, karena ketika mendarat akan mengalami sedikit guncangan. Balon mendarat tidak terlalu jauh dari jalan raya, karena kami dijemput oleh van yang akan mengantar kembali ke hotel. Dengan sikap berjongkok dan berpegangan pada tali pengaman akan membuat lebih aman. Pilot Vural pun mendaratkan balon dengan mulus tanpa goncangan. Setelah selesai dan keluar dari kantong keranjang rotan, para penumpang diberikan sebuah sertifikat serta disambut dengan sampange sebagai penutup acara pagi itu. Kami semua menikmati sampange yang rasanya manis dilidah, serasa “maknyus” di tengah kerongkongan yang mulai kering.....

WISATA BALON UDARA, SENSASI DUA HARI DI CAPPADOCIA

Perjalanan kami lanjutkan menuju ke Goreme Open Air Museum. Kota Goreme terletak di Provinsi Anatolia timur yang banyak bangunannya terbuat dari batu. Terowongan, hotel, restoran, hingga rumah-rumah penduduk, semuanya berada di dalam bebatuan. Berkunjung ke sini seolah kita diajak masuk dan tinggal di dalam gua batu. Namun itulah cara mereka menampilkan objek rekreasi agar menarik wisatawan. Menurut cerita, batu-batu yang membentuk bangunan ini awalnya terbentuk karena erosi air hujan dan angin yang mengikis dataran tinggi lembah Goreme. Batuan yang terkikis ada yang membentuk seperti menara, pilar, tugu, dan bentuk lainnya. Nah, yang hebat adalah masyarakatnya yang secara manual mengeruk sisa-sisa kikisan batu menjadi sebuah bangunan indah. Goreme Open Air Museum adalah sebuah Gereja di dalam Gua sejak abad ke 2.

Dari Goreme Open Air perjalanan dilanjutkan ke Uchisar, sebuah desa tua dengan rumah-rumah kecilnya yang terbentuk melalui proses pemahatan batu karang. Mengakhiri perjalanan di hari kedua, kami pun menyempatkan diri untuk melewati Valley of Birds, Uchisar Castle dan pabrik karpet sebelum kembali ke hotel. Dua hari di Cappadocia telah memberikan saya sebuah petualangan dan sensasi yang tak terlupakan.