Jelajah Danau Linouw Hingga Bunaken

Jelajah Danau Linouw Hingga Bunaken

Wajar kiranya Menado dan wilayah sekitarnya, termasuk Bunaken menjadi incaran para petualang. Air lautnya belum terkontaminasi, sampai–sampai saya pun melihat ikan nemo dan lepu ayam berenang di tepi dermada Pelabuhan Manado. Setahu saya jenis ikan tersebut hanya hidup di air laut yang benar-benar bersih dan bebas dari polutan.

Ya saya cukup takjub dengan pelabuhan Kota Manado terutama kondisi air lautnya, pemandangan semacam ini jarang ditemui di pelabuhan kota besar lainnya di Indonesia. Dengan kehadiran dua jenis ikan tersebut menandakan bahwa air laut di sini memang belum tercemar. Saya juga tidak melihat sampah yang mengotori perairan di sekitar pelabuhan, semuanya tampak bersih!

Sebenarnya Kota Manado bukanlah satu-satunya destinasi yang saya singgahi di Sulawesi Utara pada beberapa waktu silam. Ada dua tempat lainnya yang saya kunjungi, pertama Danau Linouw di Kota Tomohon dan Pulau Bunaken yang berjarak sekitar 7 mil dari pelabuhan Kota Manado. Bunaken lah yang menjadi tujuan utama liburan kali ini. Kondisi laut di pelabuhan Kota Manado telah memberikan harapan bagi saya waktu itu. Dengan jaraknya yang lumayan jauh dari perkotaan, paling tidak Pulau Bunaken bakal menyuguhkan pemandangan bawah lautnya yang lebih indah dengan biotanya yang lebih beragam lagi.

Saya terbang menuju Manado dari jakarta bersama empat orang teman pada hari sabtu sekitar pukul 1 dini hari. Lama penerbangan sekitar 4,5 jam. Karena ada perbedaan waktu 1 jam antara Jakarta dan Manado sehingga sampai di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi pukul 6.30 pagi.

Di Manado kami tinggal di sebuah homestay dengan 3 kamar tidur yang sebelumnya telah kami booking dari Jakarta. Berhubung pemilik homestay tersebut adalah kenalan dari salah satu teman yang ikut bersama rombongan, jadi kami pun diberi discount yang cukup lumayan. Hanya 500 ribu rupiah untuk sewa satu homestay tersebut selama dua hari. Soal penginapan memang tak perlu khawatir, di Kota Manado banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan budget juga selera, mulai dari penginapan model homestay sampai hotel bintang lima. Berhubung kami lebih banyak menghabiskan waktu di luar, menurut kami homestay adalah pilihan yang tepat.

Sejenak di Danau Linouw

Jelajah Danau Linouw Hingga Bunaken

Setelah bergelut dengan urusan pekerjaan selama dua hari di Manado, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Senin pagi kami meluncur ke Kota Tomohon. Butuh waktu 2-3 jam perjalanan dengan mengunakan mobil dari Manado ke Tomohon. Jalur yang dilewati memang cukup berliku, asyiknya lagi sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan indah perbukitan hijau yang asri. Akses Manado ke Tomohon kondisinya kini sudah jauh lebih baik dan jalanannya pun cukup mulus.

Objek yang kami kunjungi di Kota Tomohon adalah Danau Linouw yang berjarak sekitar 30 km dari Kota Manado. Danau ini memang memiliki keunikan tersendiri, warna airnya bisa berubah-ubah karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi. Kandungan belerang inilah yang menyebabkan Danau Linouw memiliki beberapa warna antara lain biru, hijau dan putih. Di sana kami tidak terlalu lama, hanya ngopi di cafe yang ada di tepi danau, kemudian foto-foto, setelah itu kembali ke Manado untuk melanjutkan perjalanan ke Bunaken. Antara Tomohon dan Bunaken memang tidak sejalur, sehingga kami harus balik arah lagi.

Menurut supir yang membawa kami, biasanya dari Tomohon ke pelabuhan hanya perlu waktu 2 jam, tapi berhubung waktu itu lalu lintasnya sedang padat jadi perjalanannya menghabiskan waktu sampai 3 jam.

Tiga Hari di Pulau Bunaken

Dari pelabuhan Kota Manado kami naik speedboat selama 40 menit untuk mencapai Pulau Bunaken. Cuaca waktu itu cukup cerah, gelombang laut juga tidak terlalu besar. Sekitar jam 5 sore kapal merapat di dermaga Pulau Bunaken. Karena waktu sudah sore menjelang malam, jadi tak ada aktivitas yang bisa dilakukan selain makan malam dan beristirahat. Selama liburan di Bunaken ini, kami mengambil paket wisata yang di dalamnya sudah termasuk cottage, sewa kapal dan makan 3 kali sehari.

Jelajah Danau Linouw Hingga Bunaken

Keesokan harinya jam 9 pagi, kami sudah siap-siap untuk ber-snorkeling ria. Di sini tersedia perlengkapan snorkeling yang bisa disewa. Kita bisa sewa satu set perlengkapan yang terdiri dari baju, masker, kaki katak dan snorkel. Selama snorkeling kami didampingi oleh pemandu yang sekaligus bertindak sebagai fotografer yang nantinya akan mengabadikan momen di bawah air. Kegiatan snorkeling sendiri berlangsung lebih kurang 2 jam. Ketika sampai di salah satu spot, kami turun satu persatu dari kapal. Lalu pemandu memberi sedikit arahan kepada kami setelah semuanya berada di air. Selanjutnya kami pun berenang mengikuti beliau. Saya benar-benar terpukau dengan taman laut Bunaken. Apa yang menjadi harapan saya tatkala berada di dermada pelabuhan Kota Manado benar-benar jadi kenyataan. Saat berada di dalam air saya dihadapkan oleh pemandangan aneka ragam terumbu karang dan ikan laut tropis yang sangat indah, puas rasanya bisa berenang di antaranya.

Jelajah Danau Linouw Hingga Bunaken

Setelah itu kegiatan berlanjut dengan menaiki kapal kaca atau kapal sapsi. Dengan kapal ini kita bisa melihat dasar laut yang lebih dalam. Jika dengan snorkeling hanya bisa melihat kedalaman laut sekitar 3 meteran, dengan kapal sapsi kita bisa melihat kedalaman laut lebih dari 6 meter sehingga bisa puas menikmati keindahan bawah laut Bunaken. Kapal sapsi ini cocok buat mereka yang ingin melihat panorama bawah laut Bunaken namun tak ingin berbasah-basahan. Setelah sekitar 2 jam berkeliling melihat-lihat pemandangan bawah laut dengan kapal tembus pandang tersebut, akhirnya kami merapat kembali ke pulau.

Awalnya saya berniat untuk melanjutkan aktivitas dengan memancing. Sayangnya memancing adalah salah satu kegiatan yang dilarang di sekitar Pulau Bunaken. Selain dikhawatirkan bisa merusak karang, ikan-ikannya sebagian besar adalah ikan hias yang bukan untuk dikonsumsi. Jadinya peralatan pancing yang saya bawa dari Jakarta benar-benar tidak berguna sama sekali di sini.

Hari kedua di Bunaken hanya diisi kegiatan santai dan keliling pulau saja. Keesokannya kami kembali ke Menado pada siang hari. Sambil menunggu penerbangan malam kami pun berkeliling kota untuk mencari oleh-oleh sekalian juga tempat makan. Masih banyak spot eksotis di sekitar Manado yang belum saya kunjungi. Satu saat nanti saya akan menjejakan kaki di tempat-tempat indah tersebut dan saya berharap keindahannya masih tetap terjaga.

Oleh: Donny Fitriono