Cerita Dari New York

Cerita Dari New York

Teks/Foto: Silvi, Bondan, Vini & Zulfikar

Setelah perjuangan yang cukup keras akhirnya kami berempat pun sukses terbang ke New York. Ya, New York! Salah satu kota tersibuk di dunia yang punya julukan The Big Apple dan telah menjadi mimpi-mimpi kami selama ini. Semuanya pun terwujud berkat program Marlboro Lights Connections 2012 yang kami ikuti. Sebagai pemenang kami pun boleh mengajak para sahabat seperti Barry, Ari, Shita, dan Nando untuk berpetualang bersama.

Dalam program trip bertajuk MConnections 2012 boleh dibilang New York City (NYC) adalah perhentian terakhir kami setelah merasakan dua kota yang tidak kalah fantastisnya di Eropa seperti Istanbul yang eksotis dan Berlin yang kaya kisah sejarah. Seperti apa cerita kami saat menjejak New York dapat disimak dalam tulisan ini.

Langsung Rekaman di Platinum Sound Recording Studio

Suasana hiruk pikuk kota metropolitan langsung terasa ketika kami menginjakkan kaki di bandara John F. Kennedy, Washington DC, pada sore hari itu. Tanpa harus menunggu lama, kami pun langsung diboyong menuju The London, yang bakal menjadi tempat kami menginap selama di The Big Apple.

Setelah beristirahat sebentar, jadwal padat sudah menunggu kami. Sore itu kami berkesempatan mengunjungi Platinum Sound Recording Studio. Usut punya usut ternyata ini adalah lokasi rekaman para penyanyi papan atas saat merekam lagu-lagu mereka. Nama-nama seperti Whitney Houston, Justin Bieber, Jay-Z dan Fugees, adalah segelintir musisi yang pernah merekam album musik mereka di studio ini.

Kami pun mendapat kesempatan eksklusif untuk melihat proses recording dari awal hingga akhir. “Kapan lagi kita bisa melihat dapur rekaman musisi sekelas Jay-Z begini?” ujar Silvi bangga. Tak hanya itu, Apple iPod Touch 16GB pun menjadi buah tangan yang diperoleh kami saat berkunjung ke sini. Wow!

Saat makan malam tiba kami diboyong ke restoran Maze. Kami kembali dibikin terkejut malam itu. Ternyata chef yang memasak makanan untuk kami di restoran itu adalah the one and only, Chef Gordon Ramsay!

Cerita Dari New York

Sajian menu andalan di Maze seperti Butter Lettuce, Crispy Salmon, dan Dark Chocolate Fondant dengan mudahnya hilang dari meja makan kami. “Lidah rasanya tak bisa berhenti untuk menikmati sajian bercita rasa tinggi seperti itu,” kenang Zulfikar.

Mengunjungi New York tentunya kurang berkesan tanpa mengunjungi landmark paling terkenal di kota ini yaitu Times Square. Walaupun sudah hampir tengah malam, namun Times Square tetap penuh dengan hiruk pikuk manusia yang lalu lalang, cahaya dari lampu-lampu billboard dan kendaraan yang lewat semakin mengukuhkan New York sebagai kota yang tak pernah tidur. Sasaran utama kami malam itu untuk berfoto tentu saja deretan Teater Broadway yang letaknya tak jauh dari Times Square.

The Modern Art & Limousine Cruise

Hari berganti dan segudang kegiatan kembali menanti kami. Di hari kedua jadwal kami adalah mengunjungi Museum of Modern Art (MoMA) yang tercatat merupakan salah satu museum seni modern paling berpengaruh di dunia. MoMA banyak menyimpan karya-karya seni dari seniman ternama dunia, seperti Pablo Picasso dan Vincent Van Gogh. Tak hanya lukisan, gedung dengan empat lantai ini juga banyak menyimpan karya-karya seni pahat dan arsitektur yang tak ternilai harganya.

Puas melototi karya-karya seni di MoMA, perjalanan kami pun berlanjut ke taman Battery Park yang lokasinya ada di pinggir sungai Hudson. Meskipun saat itu sudah menjelang sore namun cuaca cenderung bersahabat, sinar matahari tidak terlalu menyengat dan angin berhembus lembut. Menariknya dari taman Battery Park ini kita dapat melihat dengan jelas ikon New York yaitu Patung Liberty yang ada di pulau Ellis. Dari kejauhan, terlihat juga areal Twin Tower yang kini dibangun kembali pasca tragedi 11 September 2001.

Cerita Dari New York

Malamnya sajian hiburan dari Fuerza Bruta, sebuah grup koreografi yang menampilkan pertunjukan berbeda dari yang lainnya menjadi tontonan kami. Aksi para dancer menari mengikuti irama music progresif berpadu dengan lighting dan sound effect yang memukau. Uniknya efek air dan angin pun masuk sebagai sajian utama dari penampilan Fuerza Bruta. Selepas menonton kami pun sempat mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan para penari Fuerza Bruta. Sesi foto bersama pun dimulai!

Petualangan kami malam itu berlanjut saat dijamu di restoran mewah yang juga tempat tongkrongan favorit para selebritis dan model dunia. Restoran bernama Abe & Arthur’s itu punya sajian hidangan yang two thumbs up!

Selesai bersantap kami dikejutkan dengan hadirnya sebuah limousine yang telah parkir di depan restoran! Rupanya kendaraan mewah ini untuk mengangkut kami berkeliling kota New York. Wow!

Di dalamnya kami semakin terkaget-kaget karena ada seorang DJ yang memainkan musik dengan irama menghentak dan juga hadirnya mini bar yang menyediakan beberapa minuman.

Cerita Dari New York

Malam kian larut saat limousine yang membawa kami tersebut terus bergerak mengelilingi Manhattan hingga melewati jembatan Brooklyn. Mobil sempat berhenti di beberapa titik penting kota New York, seperti South Street Seaport, Wall Street Bull, Rockefeller Center. Sebuah malam yang tidak terlupakan untuk kami semua.

Di hari ketiga yang juga menjadi saat terakhir kami di New York sebelum pulang ke Indonesia, sesi berbelanja gila-gilaan di area SOHO yang berlokasi di kawasan elit Manhattan tentu pantang terlewatkan. Terimakasih untuk Marlboro Lights Connections yang telah berhasil mewujudkan banyak mimpi kami untuk menjelajahi dunia.