Berlabuh di Dua Pulau Nan Cantik

Teks & Photo: Rizal Agustin

Berlabuh di Dua Pulau Nan Cantik

Sulawesi selatan menjadi salah satu destinasi impian saya. Keragaman atraksi wisatanya benar-benar membulatkan tekad saya untuk bisa menginjakan kaki di sana. Mulai dari budayanya, sejarah, kuliner, sampai bahari, lengkap tersaji di ujung selatan pulau Sulawesi ini. Beruntung pada awal Maret lalu saya bersama tiga orang teman berkesempatan menikmati keindahan kepulauan Spermonde.

Berlabuh di Dua Pulau Nan Cantik

Singkatnya waktu menjadi alasan mengapa saya harus memilih sedikit dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di sana. Keputusan pun bulat kepulauan Spermonde-lah yang akhirnya menjadi tujuan kami saat itu. Hari pertama menginjakan kaki di Makassar, saya beserta teman langsung menuju Dermaga Popsa dekat Benteng Fort Rotterdam untuk bertemu 3 teman baru yang sebelumnya tidak pernah saya kenal dan temui. Sudah biasa bagi saya mencari teman jalan di dunia maya, sekedar untuk mendapatkan teman baru dan tentunya untuk meminimalisir pengeluaran perjalanan dengan cara sharing cost.

Berlabuh di Dua Pulau Nan Cantik

Tujuan wisata kali ini adalah 2 pulau yang termasuk kedalam gugusan kepulauan Spermonde yaitu Samalona dan Kodingareng Keke. Kepulauan Spermonde merupakan pulau-pulau yang membentang di barat daya pulau Sulawesi mulai dari Takalar di bagian selatan hingga ke Pare-Pare di bagian utara. Ada sekitar 120 pulau yang membentuk kepulauan Spermonde. Tiap pulaunya memiliki keunikan tersendiri dan beberapa pulaunya mulai sering disinggahi oleh wisatawan lokal ataupun mancanegara diantaranya adalah pulau Samalona, Kodingareng Keke, Cangke, dan Lanjukang.

Saat kapal sudah siap, kami bertujuh beserta Daeng Mumba sebagai nakoda dan pemilik kapal segera berangkat menuju pulau Samalona dan Kodingareng keke. Sepanjang perjalanan saya terhipnotis dengan pemandangan alamnya, saat itu langit yang biru berpadu dengan lautan berwarna biru jernih serta segarnya udara laut yang khas. Benar-benar bisa membuat lupa akan kepenatan rutinitas keseharian di Ibu Kota. Saking asiknya menikmati suasana, tak sadar kapal sudah merapat ke daratan. Sialnya, karena kurang kordinasi antara kami dan Daeng Mumba, ternyata kapal merapat di pulau Kodingareng Keke, bukan pulau Samalona yang sejak awal kami rencanakan untuk mampir sebentar agar bisa menyewa alat snorkeling terlebih dahulu di sana.

Nasi sudah menjadi bubur, agak malas juga kalau harus kembali ke pulau Samalona yang sebenarnya sudah kami lewati saat perjalanan tadi menuju Kodingareng. Walau hanya memiliki luas kurang dari 1 hektar dan tanpa penghuni, Kodingareng Keke menjadi pulau favorit wisatawan yang hendak mengunjungi kepulauan Spermonde. Mungkin selain jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Kota Makassar, pulau ini mampu memanjakan mata para pengunjung dengan pasir putih dan air yang jernih berwarna hijau tosca. Malahan menurut info yang saya dapat, alam bawah lautnya benar-benar cantik, sayangnya saya belum bisa membuktikannya langsung pada kunjungan kali ini.

Berlabuh di Dua Pulau Nan Cantik

Kebetulan saat saya datang ke Kodingareng, ada pengunjung juga yang sedang sibuk mendirikan tenda dan memasang hammock. Patut dicoba untuk berkemah di pulau ini, pasti sensasi yang didapat akan berbeda dibanding hanya sekedar singgah sebentar saja. Pastinya akan merasa memiliki pulau pribadi karena memang pulau ini tidak berpenghuni.

Acara ber-snorkeling ria terpaksa dilewatkan begitu saja lantaran peralatannya yang gagal kami sewa. Aktifitas pun diganti dengan acara main-main di air dan bersantai sambil menikmati suasana siang di pulau yang lumayan teduh karena beberapa pohonnya cukup rimbun.

Disaat perut mulai terasa lapar, tiba-tiba Daeng Mumba datang membawa satu ember penuh berisi ikan dan cumi. Ternyata ada nelayan yang menawarkan hasil tangkapan kepadanya. Tanpa negosiasi panjang, seember ikan tersebut kami beli dengan harga hanya Rp 80.000. Rencananya akan kami bakar saat sampai di Pulau Samalona untuk menu tambahan makan siang.

Berlabuh di Dua Pulau Nan Cantik

Perjalanan kami pun berlanjut ke pulau Samalona, waktu yang ditempuh dari Kodingareng ke Samalona hanya sekitar 15 menit. Pulau Samalona menjadi pilihan tempat wisata keluarga bagi warga Makassar. Jika datang saat akhir pekan, banyak warga Makassar yang mengajak keluarganya menghabiskan libur di pulau ini.

Di dermaga terdapat papan yang bertuliskan nama-nama pemilik pulau Samalona. Mungkin pulau ini memang pulau pribadi yang dimiliki oleh segelintir orang yang namanya tertulis di papan tersebut. Untuk pastinya saya juga kurang tau, sayang saya lupa untuk memastikan kepada warga yang tinggal di disini tentang kebenarannya. Sampai di samalona, saya bergegas mencari warung-warung yang menyediakan jasa bakar ikan. Akhirnya saya mendapatkan warung yang bersedia membakar ikan ikan yang kami bawa dengan uang jasa bakanya sebesar Rp 100.000 . Harga tersebut sudah termasuk, sambal, dan tujuh porsi nasi putih. Sambil menunggu makanan siap untuk di santap, teman-teman beranjak duduk di bangku-bangku kayu yang tersedia sepanjang pinggiran pulau. Harga sewa bangku kayu dipatok harga Rp 50.000 – 100.000, bervariasi tergantung dengan posisi bangku tersebut.

Disaat yang lain bersantai-santai di bangku kayu, saya sengaja untuk berkeliling pulau. Tidak lebih dari 30 menit waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi pulau yang hanya memiliki luas sekitar 2 hektar ini. Karena semakin ramainya pengunjung, fasilitas di pulau ini pun semakin lengkap. Dari penginapan, wc umum, warung-warung milik warga, penyewaan alat snorkeling, hingga beberapa pilihan watersport tersedia di pulau Samalona. Namun, untuk pasokan listrik masih jadi kendala. Saat saya izin menumpang charge batere kamera di salah satu rumah warga, warga tersebut menyampaikan bahwa pasokan listrik baru bisa digunakan saat malam tiba.

Tepat setelah saya selesai berkeliling, makanan sudah tersaji di atas bangku kayu. Hidangan dalam sekejap lenyap pindah ke dalam perut masing-masing, tak sebanding memang dengan lama waktu menunggu makanan tersebut untuk siap disantap hehehe…

Menjelang matahari terbenam, saya memutuskan untuk kembali ke kota. Karena masih ada beberapa tempat yang harus saya kunjungi. Masih banyak yang belum saya explore di kepulauan Spermonde, semoga masih ada kesempatan untuk bisa berkunjung ke pulau-pulau lainnya. Dan pastinya membuktikan langsung keindahan alam bawah laut pulau Spermonde seperti yang pernah orang-orang ceritakan.

Terimakasihku untuk 2 pulau cantik yang telah memanjakan saya saat itu……