A NOTE FROM US

TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA

Memasuki paruh kedua tahun 2016, redaksi perlu mengucapkan banyak terima kasih pada banyak pihak yang begitu banyak membantu dan mendukung majalah Travelexpose ini hingga seperti sekarang. Beragam artikel tercipta di sini, berkat undangan dari berbagai pihak. Tentu sebagai wujud kepercayaan, pada redaksi.

Seperti perjalanan Rani Insani ke Jepang akhir bulan lalu. Awak redaksi ini 7 hari kelilingan di Tohoku atas undangan Tohoku District Transport Bureau. Selain mengunjungi obyek wisata menarik, fam trip ini juga memperkenalkan budaya tradisional Jepang. Undangan lain yang datang ke meja redaksi, dari Japan National Tourism Organization (JNTO). Ini juga tawaran untuk stay di Jepang selama 5 hari. Ardi yang kami berangkatkan ke Negeri Sakura, tapi
menjelajahi daerah lain.

Undangan di dalam negeri, datang dari PT. Krama Yuda Tiga Berlian Motors, untuk test drive Mitsubishi All New Pajero di Bali. Ini juga merupakan penghargaan bagi kami, karena peliputan itu dilakukan bersama 40-an media otomotif ternama di Indonesia.

Selain beberapa undangan tadi, Travelxpose juga dipercaya Tourism Western Australia (TWA) menjadi salah satu media berpromosinya. Itu sebabnya, di edisi ini kami siapkan banyak halaman untuk mengulas habis-habisan soal Australia Barat. Semoga banyak informasi bisa dimanfaatkan sebagai panduan sebelum terbang ke Perth.

Bentuk lain apresiasi pihak lain pada Travelxpose adalah pemberian penghargaan dari Grup Santika Indonesia Hotels & Resorts. Travelxpose dianugerahi award sebagai The Outstanding Contributor for Media, bersanding dengan Harian Kompas dan Koran Tempo.

Matur nuwun.. .


Yoni Soelistiyono
Managing Director


 

Read Online    Download PDF

A NOTE FROM US

BANYAK ACARA, SERU SEMUA

Bulan April cukup sibuk bagi kawan-kawan redaksi. Di soal promosi, sekurangnya ada 3 pameran yang diikuti majalah Travelxpose. Yang pertama, Deep & Extreme Indonesia pada 31 Maret – 3 April, disusul Inacraft 20 -24 April. Enggak sampai seminggu, mesti loading barang lagi di Garuda Indonesia Travel Fair (29 April – 1 Mei). Meski ada SPG, semua tetap ikutan bergantian jaga.

Kawan lain, Rani Insani kebagian terbang ke Jepang, kelilingan di Tohoku Region seperti Fukushima, Miyagi, Iwate dan Aomori prefecture. Sayang, ketika edisi ini naik cetak, Rani yang tinggal di sana 8 hari, masih dalam perjalanan kembali ke Tanah Air.

Sedangkan saya, diundang Air France-KLM untuk merasakan duduk di kabin business class terbaru dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Iyalah, tempat duduknya lega banget dan bisa direbahkan rata jadi tempat tidur. Yang istimewa bukan cuma televisi layar sentuh ukuran besar, tapi perjalanan itu ditemani Farah Quinn. Rupanya, resep masakan Farah ini menjadi hidangan resmi penerbangan KLM.

Indran Bayu, Redaktur Palaksana, bertugas ngobrol dengan Dikna Faradiba Maharani yang Putri Pariwisata Indonesia. Obrolannya menarik, karena Dikna banyak bicara soal kenangan perjuangan untuk meraih sukses sekarang. Termasuk, harapannya terhadap parisiwata kita.

Liputan menarik lain soal petualangan Wijaya Kusuma Subroto dan kawan-kawan dalam Indonesia Rider Expedition di Himalaya dengan sepeda motor. Ini perjalanan penuh tantangan. Jalanan yang dilalui sangat berat, tanjakan sangat tinggi, suhu udara sangat dingin dan oksigen minim. Ditambah dengan beberapa motor rusak, rombongan ini memutuskan turun dari ketinggian 4.200 meter. Mereka akan ke sana lagi, karen target mencapai Lomanthang di ketinggian 5.800 meter gagal. Yang pengin ikut naik motor mendaki gunung Himalaya, daftar paketnya saja..


Yoni Soelistiyono
Managing Director


 

Read Online    Download PDF

A NOTE FROM US

BELUM AMAN, GIMANA BISA NYAMAN?

Cara paling gampang mendorong kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia dengan memberikan fasilitas bebas visa. Setidaknya, begitulah penjelasan Amir Yahya, Menteri Pariwisata belum lama ini. Jika tahun kemarin 90 negara, sepanjang tahun 2016 ini akan ditambah lagi 80 negara. Artinya, bakal ada 170 negara yang warganya bebas melenggang masuk imigrasi negeri ini.

Dalam konteks ini, Malaysia selalu dijadikan bench mark lantaran mampu mendatangkan 25 juta wisatawan dari 162 negera yang dibebaskan visanya. Sedangkan Indonesia, ‘baru’ 10 juta orang. Apakah Indonesia lantas mampu menandingi Malaysia setelah membebaskan visa lebih banyak negera?

Agak berat memastikan itu. Karena banyak faktor mempengaruhi jumlah kedatangan pelancong ke Indonesia. Utamanya soal keamanan untuk menciptakan kenyamanan. Masih ingat teror bom di Jl. Sudirman belum lama ini? Banyak orang Jepang langsung membatalkan flight ke Jakarta karena pemerintah Jepang mengimbau warganya tidak ke Indonesia.

Tak beda dengan demo pengemudi sopir taxi di Jakarta memprotes taxi berbasis online. Alih-alih menyuarakan protesnya, berita yang terekspose malah anarkisme sopir-sopir taxi Blue Bird dan taxi Express layaknya preman tak beradab. Foto seorang ibu menggendong anak dipaksa keluar dari taxi dan kaca taxi pecah, menghiasi dinding social media. Bahkan video sesama sopir taxi baku pukul dan saling tendang, menjadi viral di dunia maya.

Langkah Kementerian Pariwisata membuka kran visa, lantas menjadi runyam, gara-gara ulah mereka. Kondisi ibukota dan di dalam negeri sepertinya belum mendukung. Ini belum bicara soal panjangnya antrian, tidak informatif dan menjengkelkan di loket imigrasi kedatangan bandara Soekarno-Hatta.

Terus gimana dong ?


Yoni Soelistiyono
Managing Director


 

Read Online    Download PDF

A NOTE FROM US

ATAS NAMA CINTA

Ada agenda penting bulan ini. Pertama soal perayaan tahun baru Cina, Imlek dan hari Valentine. Semuanya menyedot perhatian banyak pelaku industri pariwisata untuk ikutan meramaikan event itu. Paket-paket menginap yang di-bundling dengan selebrasi tahun baru, dan doorprize rejeki angpao, banyak dilakukan hotel di Tanah Air. Lantaran jarak waktu berdekatan, paket romantic dinner juga digelar di resto-resto hotel itu dengan menawarkan suasana dan kesyahduan atas nama cinta. Majalah Travelxpose, termasuk yang meramaikan hari Valentine dengan bagi-bagi hadiah untuk pembaca, teman FB dan media-media lain. Caranya, dengan upload foto berdua pasangan plus menuliskan rayuan pendek atau puisi singkat. Hadiahnya, makan malam romantis untuk 4 pasang. Thanks to Holiday Inn Kemayoran dan Wine & Meat Co. yang telah mendukung program ini.

Destinasi penuh cinta juga ditulis di edisi ini. Setidaknya ada 10 tempat/lokasi indah untuk berdua kekasih. Riviera di Meksiko, Quangxi di Cina, Kawasan Karibia, Bruges di Belgia, Cinque Terre di Italia, San Sabastian di Spanyol, Vienna di Austria dan Provence di Prancis. Untuk dalam negeri, kami rekomendasikan Magelang dan Bali. Apa istimewanya, mesti baca artikelnya ya. Liputan wisata dalam negeri cukup banyak. Ada kisah Belitung yang makin moncer karena ada film Laskar Pelangi. Juga, asyiknya berpetualang menjelajahi Gua Pindul di Yogyakarta. Cerita jalan-jalan ke Pulau Menjangan dan Taman Nasional Baluran juga dituturkan pembaca yang ke situ bersama 7 rekan sekantornya. Banyak tips yang ditulis, biar perjalanan makin nyaman.

Soal gerhana matahari total yang akan terjadi awal Maret juga kami tulis. Setidaknya 11 provinsi di Indonesia yang jadi ‘tuan rumah’ dan ketiban rejeki atas fenomena alam itu. Karena dipastikan, wilayah yang dilewati gerhana matahari total akan kedatangan banyak wisatawan domestik maupun internasional. Seperti Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara, pasti menjadi ramai. Apalagi, Kota Palu di Sulawesi Tengah yang menjadi tuan rumah diskusi internasional soal gerhana dan telah dikonfirmasi 3.000 orang cerdik pandai akan datang dan melakukan observasi.
Ah, makin cinta Indonesia...


Yoni Soelistiyono
Managing Director


 

Read Online    Download PDF

A NOTE FROM US

GELIAT 2016

Bagi kawan redaksi, liburan Natal dan pergantian tahun yang baru saja berlalu, ibarat pisau bermata dua. Senang, karena bisa kumpul sanak keluarga dan silaturahmi. Tapi di sisi lain, kami harus kerja ekstra keras menuntaskan semua materi. Setidaknya dua minggu sebelum libur, intensitas kesibukan sangat terasa. Yang baru pulang dari liputan di Jepang, harus segera setor naskah. Yang baru balik dari Korea, mesti langsung mengetik. Kontributor juga dihubungi agar mempercepat kisah perjalanannya. Begitulah yang terjadi setiap menjelang pergantian tahun. Semua sibuk, tapi semua tetap semangat.

Adalah prediksi banyak kalangan perbankan yang optimis, perekonomian Indonesia membaik. Tingkat inflasi terkendali dan diprediksi sekitar 3%, nilai tukar rupiah diapresiasi paling tinggi se Asia (setelah depresi) dan beberapa indikasi lain yang positif. Di sektor terkait pariwisata, pembangunan hotel baru sangat agresif dan menjanjikan. Bisa dilihat di rubrik Expose News, beberapa grup perhotelan meresmikan jaringan hotel barunya. Begitu pula bisnis pendukung wisata seperti penerbangan, Jetstar Asia juga membuka jalur penerbangan langsung dari Singapura ke Palembang PP. Dan dalam waktu dekat, akan menambah jalur Pekanbaru – Singapura.

Belum lagi, banyaknya agenda event skala menengah dan besar, yang bakal digelar sepanjang 2016 di banyak kota di Tanah Air. Sudah pasti, kegiatan begituan bikin roda perekonomian menggeliat. Seperti dibilang Syamsul Lussa, Staf Ahli Bidang Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, industri pariwisata Indonesia terus membaik dan makin jaya.

Sama optimisnya dengan awak redaksi pada tahun 2016. Promosi wisata luar negeri seperti Australia Barat, Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan Malaysia, menjadi ruang kami berkarya. Demikian pula di dalam negeri. Meningkatnya kesadaran pemerintah daerah mempromosikan wisata di kawasannya, jelas membuat kami bakal sibuk.


Yoni Soelistiyono
Managing Director


 

Read Online    Download PDF