XL Axiata - Youtube tanpa kuota di 41 negara

Edisi April 2016

A NOTE FROM US

BELUM AMAN, GIMANA BISA NYAMAN?

Cara paling gampang mendorong kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia dengan memberikan fasilitas bebas visa. Setidaknya, begitulah penjelasan Amir Yahya, Menteri Pariwisata belum lama ini. Jika tahun kemarin 90 negara, sepanjang tahun 2016 ini akan ditambah lagi 80 negara. Artinya, bakal ada 170 negara yang warganya bebas melenggang masuk imigrasi negeri ini.

Dalam konteks ini, Malaysia selalu dijadikan bench mark lantaran mampu mendatangkan 25 juta wisatawan dari 162 negera yang dibebaskan visanya. Sedangkan Indonesia, ‘baru’ 10 juta orang. Apakah Indonesia lantas mampu menandingi Malaysia setelah membebaskan visa lebih banyak negera?

Agak berat memastikan itu. Karena banyak faktor mempengaruhi jumlah kedatangan pelancong ke Indonesia. Utamanya soal keamanan untuk menciptakan kenyamanan. Masih ingat teror bom di Jl. Sudirman belum lama ini? Banyak orang Jepang langsung membatalkan flight ke Jakarta karena pemerintah Jepang mengimbau warganya tidak ke Indonesia.

Tak beda dengan demo pengemudi sopir taxi di Jakarta memprotes taxi berbasis online. Alih-alih menyuarakan protesnya, berita yang terekspose malah anarkisme sopir-sopir taxi Blue Bird dan taxi Express layaknya preman tak beradab. Foto seorang ibu menggendong anak dipaksa keluar dari taxi dan kaca taxi pecah, menghiasi dinding social media. Bahkan video sesama sopir taxi baku pukul dan saling tendang, menjadi viral di dunia maya.

Langkah Kementerian Pariwisata membuka kran visa, lantas menjadi runyam, gara-gara ulah mereka. Kondisi ibukota dan di dalam negeri sepertinya belum mendukung. Ini belum bicara soal panjangnya antrian, tidak informatif dan menjengkelkan di loket imigrasi kedatangan bandara Soekarno-Hatta.

Terus gimana dong ?


Yoni Soelistiyono
Managing Director


 

Read Online    Download PDF