Sekelumit Kisah Secangkir Teh

Sekelumit Kisah Secangkir Teh

Minuman teh merupakan hal yang lazim kita temui dimana saja. Namun bagi masyarakat Inggris, ritual minum teh, khususnya di sore hari atau afternoon tea merupakan hal yang sakral untuk dilakukan. Banyak penggambaran yang bisa ditemukan, seperti di film-film yang memperlihatkan kehidupan masyarakat Inggris, terutama kalangan bangsawan.

Namun pernahkah terbesit dari mana asal muasal tradisi minum teh di sore hari bagi masyarakat Inggris? Kisah bermula ketika Catherine of Braganza yang berasal dari Portugal menjadi Ratu Inggris, Skotlandia dan Irlandia karena menikah dengan Raja Charles II pada 1662. Catherine of Braganza memulai tradisi meminum teh karena pengaruh dari Tiongkok yang sudah mengonsumsi teh sejak 2737 Sebelum Masehi.

Kebiasaan itu terus berlangsung, hingga tiba waktu bagi Anna Maria Russell, Duchess of Bedford mempopulerkan minum teh khusus di sore hari pada 1840. Alasan teh diminum pada sore hari adalah, jarak antara makan siang dan malam yang terlau jauh (waktu itu makan malam disajikan pukul 20.00). Selain teh, tersedia pula camilan seperti kue atau sandwich sebagai pendamping untuk mengganjal perut.

Dewasa ini, minum teh sudah menjadi gaya hidup kalangan atas di Inggris. Ada table manner yang harus diikuti layaknya fine dining, seperti cara mengaduknya, camilan pendampingnya, cara duduk dan cara minumnya semua diatur. Belum lagi tata letak cangkir dan teko yang harus presisi. Semua diperhatikan secara betul.