Sarubobo, Boneka Tradisional Jepang

SARUBOBO 

Di negara maju seperti Jepang, hal yang berbau klenik terkadang masih menjadi bagian hidup masyarakatnya. Salah satunya adalah kepercayaaan akan kekuatan mistis Sarubobo yang dapat mempengaruhi jalan hidup seseorang. Sarubobo merupakan boneka tradisional Jepang yang terbuat dari kain. Bentuknya cukup sederhana dengan kepala bonekanya yang bulat dan berwarna merah. Anehnya lagi boneka ini sering ditampilkan tanpa memiliki wajah. Selain bentuknya yang unik boneka ini juga biasanya dibuat dalam berbagai macam ukuran. Di toko toko souvenir di wilayah Takayama sering dijumpai boneka Sarubobo mulai dari seukuran gantungan kunci sampai dengan ukuran besar.

Sarubobo yang memiliki arti “bayi monyet” ini sering dianggap sebagai jimat keberuntungan dan menjadi simbol sebuah harapan. Kemudahan mendapatkan jodoh, lancarnya rezeki, keturunan yang baik serta langgengnya suatu hubungan bagi mereka yang sudah menikah adalah harapan yang timbul dengan adanya Sarubobo ini. Selain itu sarubobo juga dipercaya untuk memudahkan serta melancarkan persalinan disamping sebagai pelindung tempat tinggal dan mencegah terjadinya nasib buruk terhadap seseorang. Penduduk Takayama percaya bahwa monyet merupakan mahluk yang paling mudah dalam proses melahirkan. Salah satu alasan mengapa warna boneka Sarubobo lebih dominan berwarna merah, karena disamakan dengan warna bayi monyet yang baru dilahirkan. Dahulu biasanya seorang ibu membuatkan boneka ini untuk anak perempuan dan juga cucu cucunya. Agar para keturunanya tersebut mendapatkan kemudahan dan diberkahi kehidupannya.

Boneka Sarubobo yang dibuat tanpa wajah menyimpan tanda tanya. Namun ada penjelasan yang menyebutkan bahwa boneka tersebut memang sengaja tidak ditampilkan wajahnya. Hal ini agar orang bisa berimajinasi membayangkan wajah sarubobo sesuai dengan keinginan mereka.